Senin, November 19, 2012

Tentang Ikhlas

Karena sabar itu tak pernah terbatas,
yakinkan dirimu bahwa tak ada kata "kesabaranku sudah habis" keluar dari mulutmu.
Karena ikhlas itu tak pernah boleh berakhir,
yakinkan dirimu bahwa tak pernah ada kata " aku sudah tak sanggup lagi" mengalir dari bibirmu.
Karena tugasmu sebagai abdi Robbmu tak akan pernah selesai, 
yakinkan dirimu bahwa Rabbmu maha adil, 
yakinkan dirimu bahwa engkau mencintaiNya,
yakinkan dirimu bahwa engkau mati hanya untukNya.
Karena Rabbmu tak pernah bisa diduakan,
yakinkan dirimu bahwa dia ada di hatimu.
Hanya Dia.


Jumat, November 02, 2012

"Saya Cinta DKM !"


Empatpuluh menit menjelang magrib akhirnya saya menginjakkan kaki lagi di kosan, baru aja buka gembok pagar kosan yang berisik banget karena di penyanggal pagar di taruh lonceng kecil, dan kalau ditarik bikin suara gemerincing menandakan seseorang ada yang mau keluar dari kosan atau masuk ke kosan. Tiba-tiba saya mendengar suara “yuni...!!, yuni kenapa??” sontak saya tau kalau itu suara afnan, tapi orangnya gak ada dan kok bisa tau  gitu kalau saya yang pulang ( wuihh seree..m). Saya langsung balik nanya “afnan..? afnan dimana?” sambil jalan ke kamar karimah yang pintunya kebuka, ternyata sumber suara dari sana. Afnan dan karimah baru selesai makan sambil nyengir ke saya, lalu nanya lagi “yuni kenapa??” pertanyaan afnan bikin saya bingung apalagi ditambah tatapan karimah seperti menunggu sebuah jawaban. Saya cuma bisa jawab “ huh?? Yuni gak kenapa-napa nan, yuni baik-baik aja kok” sambil pasang tampang polos, habis saya bingung kenapa afnan nanya begitu. Emang beberapa waktu belakangan ini saya sedang uring-uringan dengan amanah yang sedang diemban, mungkin afnan khawatir dengan keadaan saya. Dalam hati, saya merasa bahagia punya teman yang bisa mengerti, khawatir, menyayangi dan menguatkan pada saat saya butuh penguat disisi.
Beberapa menit menjelang magrib saya habiskan dengan ngobrol bareng afnan dan juga karimah, kita saling curhat tentang aktifitas dan hal-hal menarik yang dialami di kampus. Kami tertawa cekikikan karena banyak hal-hal lucu yang di alami. Setelah puas ngobrol dan sepertinya gak ada pembahasan yang buat di obrolin lagi, saya dan afnan pamit sama karimah buat balik ke kamar masing-masing. Kebetulan kamar saya dan kamarnya afnan terletak di lantai 2. Sampai di lantai 2, saya dan afnan ngobrol lagi sebentar terkait amanah kami. Yaa..h begitulah saya dan afnan, kami berusaha untuk saling menguatkan, mengingatkan dan membantu satu sama lain. Tiba-tiba saya dikagetkan lagi sama suara umi junior saya di DKM sekaligus juga di jurusan dan kosan yang baru pulang kemudian bilang “teteh.. umi cinta sama DKM sekarang!!” sambil senyum-senyum ke saya dan afnan. Kami berdua cuma bisa tertawa liat tingkah kocak dan lucunya umi, yang tiba-tiba bikin pernyataan begitu dan langsung cerita kenapa dia bisa jatuh cinta sama DKM.
Pernyataan cinta terhadap DKM dari si umi begitu terasa merdu, dan menenangkan bagi saya daripada kata-kata “aku cinta kamu.. maukah kamu menjadi pacar sekaligus kekasihku?”, eits jangan kaget dulu, karena bagi saya kata-kata ini bukanlah kata-kata yang dihasilkan dari sebuah perjuangan, makanya gak ada indahnya sedikitpun. Karena saat ini saya sudah mengalihkan haluan saya dari perjuangan kebanyakan remaja yang ababil (anak baru gede labil) pengen punya teman lawan jenis yang spesial, menjadi pencarian terhadap teman spesial untuk menemani perjalanan hidup meraih ridha Allah (Astaghfirullah.. kok jadi curhat  =.=’’). Sebenarnya saya dan teman-teman seangkatan di DKM saat ini adalah kumpulan orang-orang yang diberikan amanah untuk merangkul adik-adik kami untuk bisa menjadi penerus tongkat estafet dakwah kampus khususnya di fakultas kami tercinta. Setiap rangkulan yang kami lakukan terselip cinta dari hati-kehati karena seluruh kader keluarga besar DKM adalah saudara yang saling mencintai di jalan Allah. Kami dapat melakukan hal ini karena ditularkan oleh manisnya perjuangan parasenior sebelumnya yang dengan kegalauan mereka, bahkan mungkin tangis dalam berdakwah dan merangkul kami untuk melanjutkan perjuangan mereka, dan berhasil menular kepada kami. Cinta terhadap saudara dijalan Allah dan karena Allah pun tumbuh dan berkembang. Tak terasa saat ini, saya dan teman-teman berada pada posisi itu. Makanya saat mendengar umi menyatakan kalau dia cinta terhadap DKM membuat saya sangat bahagia, yang mengartikan bahwa perjuangan dan cinta kami dalam merangkul adik-adik di DKM tidak bertepuk sebelah tangan.. (\T_T/ terharu).
Bagi saya pribadi, kecintaan terhadap DKM dan saudara-saudara yang ada di DKM sudah lama saya miliki. Perasaan itu ada, tumbuh dan berkembang karena DKM adalah lembaga dakwah fakultas yang Allah jadikan salah satu wasilahNya (sarana) dalam mengajarkan arti dan hakekat kehidupan pada saya hambaNya. Karena hal itu DKM memiliki tempat tersendiri di hati saya,  yang menyebabkan perasaan rindu jika lama tak berjumpa dan bersilaturrahim dengan teman-teman di DKM. Meskipun amanah di DKM yang saya terima terkadang membuat saya harus banyak berkorban. Korban perasaan adalah hal yang paling sering saya rasakan, amanah saat ini membuat saya galau dan tertekan. Tapi perasaan nyaman dan kecintaan saya terhadap DKM yang saya bangun telah mengalahkan kegalauan dan tekanan yang saya rasakan, karena saya yakin Allah yang mentakdirkan saya berada di DKM dan menjadi kader dakwah bersama teman-teman saya yang lainnya untuk menyempurnakan proses pencarian bekal kami masing-masing saat kembali ke sisiNya. Dan Allah tak akan menyia-nyiakan pengorbanan seorang hamba dalam menolong agamaNya dengan niat semata-mata untuk meraih keridhaanNya J   


Sabtu, Oktober 27, 2012

Dalam Do'a

Ya Allah, Engkau jadikan aku sebagai wanita
wanita dijadikan indah, seperti mawar mekar merekah di musim semi
harum seperti wewangian kasturi dibawa lembutnya semilir angin yang berhembus..
begitulah wanita dalam pandangan lelaki..
ya Allah..
jangan Engkau biarkan aku menjadi sumber fitnah bagi lelaki,
ya Allah..
jangan Engkau biarkan diriku menjadi perusak iman lelaki,
ya Allah..
jangan Engkau biarkan aku menyakiti dan menyiksa batin mereka,
karena sungguh aku takut akan azabMu
dalam ikhtiar, ku tutup rapat auratku
kerudung indah panjang ku ulurkan sesuai syariatMu
aku jaga hatiku hanya untuk dia yang halal bagiku,
dengan mengharap ridha dan pertolonganMu


Selasa, Oktober 23, 2012

Berkerudung Gondrong! yuk... mari "meng-AKHWAT"



Ehm,tes. . tes. .
1,2,3. . Hehe. . pemberitahuan kepada ikhwah fillah bahwa tulisan saya di bawah ini adalah hasil copas (copi paste) biar blog ini gak krik..krik.. kayak beberapa saat yang lalu, sunyi senyap seperti dikuburan (wuiish serem..). saya copas dari blog seorang akhwat super duper cerdas dalam menggambarkan kemandirian seorang akhwat berkerudung gondrong,



Judulnya serem yah??Ato biasa aja?
Gini nih, pas awal jadi 'akhwat' (akhwat jadi-jadian maksudnya.Haha. .) aku pernah denger ada orang ngomong gini dibelakangku,
"eh,mbak itu ribet ya. . Pasti g bisa ngapa-ngapain deh. Bagai terkurung dalam sangkar.Hihihi. ."
Apppaaa dia bilang?? Sangkar?? Emang kerudung kita bolong2 kayak sangkar geto?Hehe. .
Buat kamu2 yg pernah bertanya hal serupa,atau bahkan sampai sekarang masih bertanya2 juga, ni jawaban sekaligus sedikit buktinya. .
1. 'akhwat' udah biasa rame2 ngejar bis n bergelantungan di bis gara2 sarat penumpang (hehe. . Parah banget emang transportasi umum d Indonesia)
2. 'akhwat' dah sering ke kampus n kemana2 jalan kaki, mpe dapet titel 'pejalan cepat'. Hahaha. . Meski 'akhwat' ga pernah ikut lomba gerak jalan tuh.=p
3. Pas tes aerobik dasar lari 2,4km, 'akhwat' tetep keukeuh pake rok, meski dosen olahraga ngomel dikit tapi alhamdulillah memenuhi target, yg pake celana seksi2 banyak yg ga lulus lho. . . Hehe. .
Hal yg sama dlakuin juga pas tes renang (tapi ga pake rok kalo ni.=s).
4. 'akhwat' sanggup touring keluar kota, ga perlu punya pacar buat nganter kemana2 (pacar apa sopir ya?=p)
5. Berdasarkan survey, 'akhwat' adalah makhluk tersibuk di Indonesia (lebay mode:on) tapi prestasi terus menuju puncak.
Nah,cukup kaan??Ga percayaaa???Liat aja deh, buka mata, buka telinga, ini fakta,ada di sekitar anda.=p
so,jangan takut berjkerudung gondrong!Yuk. . Mari "meng-AKHWAT"!!!
hwihihihi. . .

Mabit


 ..... بسم الله الر حمن الر حيم

Krik..krik..krik..krik, seperti suara jangkrik yang memecah keheningan blog super sederhana saya yang sudah gak diisi selama beberapa bulan, Maafkan saya ikhwah fillah \T.T/. Aktifitas di kuliah dan di lembaga dakwah yang banyak menyita pikiran membuat saya susah dalam mengatur waktu, he. Maklum masih pemula sebagai organisator, jadi saya gak nulis lagi untuk beberapa waktu karena sibuk mikirin kuliah dan umat di fakultas saya, khususnya umat bergender akhwat. Tapi action saya masih jauuuh.. gitu dari yang diharapkan, mikir doang yang masih saya perbanyak (fiuft). oh ya, saya juga minta doanya dari ikhwah fillah semua untuk kelancaran penulisan tugas akhir saya alias skripsi dan bimbingannya bisa rutin, karena kita gak pernah tau doa siapa yang akan di ijabah oleh Allah swt. Aish.. kok jadi curhat gini (???) kembali ke judul tulisan saya yang diberi judul "Mabit". Mabit adalah singkatan dari Malam Bina Iman dan Taqwa. Mabit biasanya diadakan oleh lembaga-lembaga dakwah baik itu sekolah, kampus, masjid dan lain-lain yang masih belum saya ketahui. tulisan saya kali ini mengisahkan pengalaman Mabit saya yang luar biasa. Oke begini kisahnya..
Saat itu hari jum'at, selesai kegiatan rutin shalat magrib berjamaah di Averous (nama kediaman kosan saya) teh vivin salah seorang senior di kosan ngajak mabit di Masjid Biofarma Bandung "Akhwat sholehah, malam minggu di pekan ini bakalan ada mabit di Masjid Biofarma Bandung, akhwat-akhwat ada yang mau ikut? ada bedah buku Ust. Salim dan Qiyamul lail dengan Ust. Abdul Aziz..Gratis kok dek" sontak saya dan Karimah tertarik dan menghujani teh vivin dengan pertanyaan bertubi-tubi, " waa..h serius teh? boleh..boleh, nanti teknis pemberangkatannya gimana teh?" secara pembicaranya ada ust Salim gitu, teh vivin cuma tersenyum dengan kalem dan menjawab " Kebetulan akhwat Psikologi mau berangkat bareng dan PJ pemberangkatannya Arina, mangga aja hubungi Arina dek, nanti berangkatnya bareng rombongan Akhwat Psikologi.." "Oke teh " sambil ngasih senyum paling lebar yang saya bisa. Singkat cerita di hari sabtu pagi saya dan Karimah sepakat pergi berdua saja, gak ikut rombongan akhwat Psikologi karena kita punya agenda sendiri di siang harinya so gak bisa pergi bareng. Walhasil kami berdua berangkat kesorean menuju Bandung dengan travel, jadi nyampe di Masjid Biofarma diwaktu magrib yang udah mepet ke waktu isya. Subhanallah setelah nyampe kita langsung di sambut senyuman hangat dan penghormatan dari panitia ikhwan sambil menunjukkan arah tempat registrasi untuk akhwat, tak kalah dengan ikhwan, panitia akhwat juga menyambut kami berdua dan peserta mabit lainnya dengan hangat sambil menyerahkan bag yang berisi snack, note dan handuk. Kemudian kami  langsung wudhu untuk shalat magrib dan menuju ke lantai dua masjid yang menjadi tempat shalat dan istirahat bagi jama’ah akhwat.
~bersambung~

      


Senin, Juli 30, 2012

Komunikasi Ikhwan dan Akhwat

Bismillah..

Bulan ramadhan bulan penuh Rahmat 
Saya ucap salam, harus dijawab penuh semangat
Assalamualaikum warahmatullah...
Petapa indah dan sejuknya jiwa ini, meski kita terpisah jarak, waktu ataupun masa. Namun tetap bisa saling mendoakan dalam kebaikan.

# by theway sahabat blogger mulai saat ini saya menyebut anda di blog ini dengan istilah ikhwah fillah yaa.. karena beberapa saat yang lalu saya mendapat ilmu yang baru tentang ikatan paling kuat bukanlah ikatan karena pertalian darah, seperti antara dua orang saudara kandung se-ayah dan juga se-ibu. Karena ikatan paling kuat di dunia ini adalah ikatan persaudaraan karena iman kepada Allah. So... ikhwah fillah (saudara di jalan Allah) ehm.. ehm.. jika ingin tau lebih lanjut silahkan baca Sirah Nabawiyah dan Sirah Shahabiyah karena terdapat kisah dan juga hadist yang menyebutkan persaudaraan karena iman. 
Oke, kembali kepembahasan kita sekarang tentang "Kominukasi Ikhwan dan Akhwat", punteee..n pisan tadi intro nya sedikit melenceng dari judul pembahasan. ^^v




Terkait judul pembahasan kita yang katanya ini adalah masalah klasik yang hampir tidak pernah usai sampai saat ini. Bagaimana ikhwan dan akhwat dapat berkomunikasi baik dengan tetap menjaga hijab. Membuat saya bertanya-tanya, jadi interaksi seperti apa yang harus diterapkan oleh seorang ikhwan dan akhwat saat berkominikasi?  Alhamdulillah  seiring berjalannya waktu saya mendapatkan penjelasan terkait komunikasi antara ikhwan dan juga akhwat.
 Ikhwah fillah di dalam Islam liqa' (pertemuan) dan komunikasi antara ikhwan dan juga akhwat adalah jaiz (boleh). Bahkan hal ini diharuskan apabila bertujuan untuk kebaikan, seperti dalam urusan ilmu yang bermanfaat, amal shaleh, kebajikan dan perjuangan di jalan Allah yang memerlukan banyak tenaga baik dari ikhwan maupun akhwat. Namun tidak berarti batasan-batasan yang harus diperhatikan dan dijaga menjadi melebur. Di dalam Al Quran Allah berfirman yang Artinya:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya …”(an-Nur: 30-31)





Contoh dikutip dari buku kang Ridwansyah (Ketua GAMAIS ITB 2008-2009)

Proses komunikasi yang efisien. Komunikasi yang dilakukan antara ikhwan dan akhwat perlu diefisienkan sedemikan rupa, agar tidak terjadi fitnah yang mungkin bisa terbentuk. Saya akan mengambil contoh sms seorang ikhwan ke akhwat, dalam dua versi dengan topik yang sama, yakni mencocokan waktu untuk rapat.


Versi 1

Ikhwan : assalamu’alaikum ukhti, bagaimana kabarnya ? hasil UAS sudah ada ?
Akhwat : wa’alaikum salam akhie, alhamdulillah baik, berkat do’a akhie juga, hehehe, UAS belum nih, uhh, deg deg an nunggu nilainya, tetep mohon doanya yah !!
Ikhwan : iya insya Allah didoakan, oh ya ukhti, kira kira kapan yah bisa rapat untuk bahas tentang acara ?
Akhwat : hmhmhm… kapan yah ? akhie bisanya kapan, kalo aku mungkin besok siang dan sore bisa
Ikhwan : okay, besok sore aja dech, ba’da ashar di koridor timur masjid, jarkomin akhwat yang lain yah
Akhwat : siap komandan, semoga Allah selalu melindungi antum
Ikhwan : sip sip, makasih yah ukhti, GANBATTE !! wassalamu’alaikum
Akhwat : wa’alaikum salam


Versi 2

Ikhwan : assalamualaikum, ukh, besok sore bisa rapat acara ditempat biasa ? untuk bahas acara
Akhwat : afwan, kebetulan ada kuis, gimana kalo besok siang aja?
Ikhwan : insya Allah boleh, kita rapat besok siang di koridor timur masjid, tolong jarkom akhwat, syukron, wassalamu’alaikum

Dari dua contoh pesan singkat ini kita bisa melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dan tetap menjaga batasan syar’i. Pada versi 1 kita bisa melihat sebuah percapakan singkat via sms antara ikhwan dan akhwat yang bisa dikatakan sedikit “lebai” ( baca “ berlebihan ), sedangkan pada versi 2 adalah percakapan antara ikhwan dan akhwat yang to the point, tanpa basa basi. Sebenarnya bagaimana kita membuat batasan tergantung bagaimana kita membiasakannya di lembaga dakwah kita saja. Perlu adanya leader will untuk membangun budaya komunikasi yang efisien dan “secukupnya”.Dalam hal percakapan langsung, seorang ikhwan dan akhwat sangat diharapkan untuk menjauhi percapakan berdua saja, walau itu di tempat umum. Saya menyarankan agar salah satu ikhwan atau akhwat meminta muhrimnya (sesama jenis kelamin) untuk menemaninya. Dengan itu diharapkan pembicaraan menjadi terjaga dan meminimalkan kesempatan untuk khilaf. Dengan melakukan pembicaraan yang secukupnya ini sebetulnya dapat lebih membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Karena setiap pembicaraan yang dilakukan tidak ada yang sia-sia, semua membahas tentang agenda dakwah yang dilakukan. Selain itu, perlu kiranya kita mengurangi waktu ikhwan dengan akhwat untuk bekerja bersama pada waktu dan tempat yang sama. Sebutlah untuk pekerjaan mengepak sembako untuk baksos, saya merekomendasikan agar kegiatan dilakukan terpisah. Jangan ikhwan dan akhwat sama sama melakukan sebuah aktifitas, contohnya lagi ikhwan dan akhwat bersama sama menimbang gula, ikhwan memasuki gula ke plastik dan akhwat menimbang dan mengikat plastik.
Saya merekomendasikan agar hal seperti ini tidak terjadi, karena proses ini memungkinkan adanya kesempatan untuk khilaf. Kita tidak akan pernah mengetahui isi dari pikiran dan hati seseorang. Oleh karena itu diperlukan regulasi yang tepat untuk menjaga kader dari hal hal yang bisa merusak keberkahan dakwah. Untuk kasus kerja bersama baksos, bisa saja menjadi ikhwan mengerjakan di bagian pengepakkan beras dan gula, akhwat mengerjakan pengepakkan susu dan minyak.

semoga goresan pemikiran dan juga kutipan saya diatas bisa menjadi inspirasi bagi ikhwah fillah


Wassalam

to be continued

Kamis, Juni 21, 2012

Kekasih Allah pun Menangis

Bismillah
#intro

Tidak terasa sudah 5 jam saya berada didepan laptop sekedar browsing dan baca bacaan bermanfaat insyaAllah. Mulai dari status facebook teman yang ada di beranda, sampai kumpulan tulisan para blogger yang subhanallah sangat menginspirasi. Untuk menutup penjelajahan saya di dunia antah berantah yang sekarang akrab disebut "Dunia Maya", saya menyempatkan diri untuk membaca tulisan dari salah satu saudara seiman yang berjudul "Rasulullah Saw Pingsan Mendengar Keterangan Jibril Tentang Pintu Neraka Ke 7". Tulisan tersebut membuat saya saat membacanya meneteskan air mata menyadari betapa besar rasa cinta dan kasih sayang Rasulullah kepada ummatnya. Jazakallahukhairan katsira kepada saudara Rxxx, semoga tulisan-tulisan inspiratifnya bisa menjadi ladang amal, aamiin.  


Di dalam tulisan tersebut terdapat riwayat yang menceritakan bahwa:
Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, 
maka ditanya oleh Rasulullah: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya." 
Lalu Rasulullah bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam." Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan." 
Rasulullah bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?" 
Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: yaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah : "Siapakah penduduk masing-masing pintu?" 
Jawab Jibril: "Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa as. serta keluarga Fir'aun, namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha, Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah. Pintu ke enam tempat orang nashara bernama Sa'eir." 
Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah. 
Rasulullah bertanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?" Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.
" Maka Rasulullah jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Rasulullah di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Beliau bersabda
Rasulullah: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" 
Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.
" Kemudian Rasulullah menangis, Jibril juga menangis, dan Rasulullah masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk Shalat kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila Shalat selalu menangis dan minta kepada Allah".


Perasaan di hatipun terasa berkecamuk, Rasulullah menangis!!! menangisi umatnya yaitu kita, saya dan juga anda. Didalam hati saya merasa bahagia dan bertanya-tanya pantaskah kita untuk ditangisi oleh beliau sang kekasih Allah, makhluk paling mulia yang pernah ada di muka Bumi ini??. Logika sayapun berpikir, beliau menangis ratusan tahun yang lalu, saat kita sebagian besar ummatnya belum dilahirkan kedunia. Hal itu menandakan betapa besar rasa kasih, sayang dan cinta Rasulullah kepada kita ummatnya.